Tello Island

Sorake & Lagundri Beach
February 22, 2016
Sibaranun Island
February 22, 2016
Show all

tello-8Jika Anda pernah berkunjung ke Pulau Nias, Sumatera Utara, tentunya Anda akan tahu dengan Pulau-pulau Batu. Sebuah kecamatan di Kabupaten Nias Selatan. Di kecamatan itu terdapat 101 pulau, baik yang dihuni penduduk atau hanya perkebunan kelapa saja dan pulau kosong yang tidak tergarap. Pulau-pulau Batu mempunyai berbagai pulau yang sangat potensial menjadi objek wisata bahari, karena letaknya yang dikelilingi oleh Samudera Hindia. Beberapa pulau tersebut sudah dikenal luas oleh wisatawan mancanegara karena ombaknya yang sangat cocok menjadi lokasi olahraga selancar ataupun eksotika alamnya yang sangat menarik. Pada bulan-bulan tertentu banyak sekali wisatawan mancanegara yang berkunjung ke pulau tersebut untuk berselancar ataupun sekadar menikmati panorama alamnya.

Pulau Tello adalah ibu kota kecamatan Pulau-pulau Batu. Pulau ini salah satu pulau yang menjadi destinasi pariwisata unggulan di Kecamatan Pulau-pulau Batu seperti halnya Pulau Sibaranun dan Pulau Sifika. Pulau Tello sendiri sudah lama dikunjungi oleh wisatawan mancanegara sebagai lokasi olahraga selancar. Bahkan sebelum pulau ini dipublikasikan sebagai destinasi pariwisata pun juga sudah sering dikunjungi oleh wisatawan lokal yang berasal dari Pulau Nias.

Biasanya wisatawan lokal yang berkunjung ke pulau ini sangat menyukai keindahan panorama alamnya yang terbentang di dalam pulau maupun di perairan yang menghiasi pulau.

tello-2Biasanya turis mancanegara banyak datang pada bulan-bulan Maret hingga Oktober atau ketika musim ombak besar di pantai. Pada musim itu ombak terbentuk hingga 4-5 meter. Sangat cocok untuk berselancar. Di berapa pulau ada homestay dan bungalow yang dikelola turis Australia yang bermitra dengan penduduk lokal, seperti di Pulau Sibaranun, Sifika dan Simeleke,

Sebagai ibu kota kecamatan, Pulau Tello adalah denyut nadi perekonomian dan pemerintahan. Menjadi pusat perdagangan bagi pulau-pulau sekitarnya. Di sini juga terdapat penginapan bagi para wisatawan. Keliling pulau ini hanya 14 kilometer, namun terdapat 23 desa dengan satu kelurahan di dalamnya. Mata pencaharian penduduknya adalah pedagang, nelayan dan petani kelapa selain pegawai negeri sipil. Masyarakat di daerah ini tergolong heterogen sebab di sini terdapat berbagi suku mulai dari Nias, Minang, Batak, Aceh dan Tionghoa. Mayoritas penduduknya beragama Kristen. Meski begitu, komunitas Islam juga terdapat di pulau ini, yakni Kelurahan Pasar Pulau Tello, Desa Simaluaya, Desa Sinauru dan Desa Sirapah-rapah. Meski begitu kehidupan di daerah ini begitu nyaman, aman dan tentram.

Di pulau yang kecil ini, masyarakatnya hidup berdampingan walaupun berbeda keyakinan. Di sini aman dan nyaman bagi siapa saja. Di sini ada pelabuhan, pasar, rumah sakit dan juga lembaga pemasyarakatan, tapi jarang ada penghuninya. Almarhum Gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin yang jadi korban kecelakaan pesawat pada 2005 lalu pernah berkunjung ke sini. Dia mengatakan Pulau Tello inilah daerah paling nyaman dan aman yang dia kunjungi di  Sumatera Utara. Ke mana-mana dia tidak perlu pengawalan.

Perjalanan ke Pulau Tello memang diperlukan waktu khusus dan persiapan yang benar-benar matang. Pasalnya transportasi ke sana yang begitu rumit. Meski begitu, tentu ini jadi sebuah tantangan menarik bagi para penikmat traveller. Sebab semua jenis transportasi bisa dinikmati yakni darat, udara dan laut.

Hanya saja kapal tersebut menempuh waktu cukup lama dari pelabuhan telukdalam kabupaten nias selatan yang memakan waktu 6 jam perjalanan melalui kapal laut. Dan untuk itu pula, kita harus tahu kapan jadwal kapal itu berangkat ke pulau tello. Yang paling nyaman tentu saja via udara, sebab ongkosnya termasuk murah kurang dari Rp300 ribu dengan jarak tempuk 45 menit. Jadwal penerbangan tiga kali dalam sepekan (Senin, Rabu, Jumat). Namun di saat-saat hari raya, kita harus beli tiket jauh-jauh hari, yakni seminggu sebelum hari besar.

Pasalnya pesawat Susi Air yang beroperasi ke sana maksimalnya hanya 12 penumpang. Bayangkan jika banyak perantau yang pulang kampung saat-saat seperti itu. Jika tidak dapat tiket pesawat, ya harus siap-siap naik kapal. Karena di Telukdalam jadwal kapal terkadang tidak pasti. untuk hal ini Sibolga adalah alternatif bagus karena jadwal kapal ke sana lumayan padat, meski terkadang harus berliku-liku via Gunung Sitoli, Teluk Dalam dan Pulau Tello.

Comments are closed.